Tulodo appointed by UNICEF Indonesia to help prevent child marriage and improve menstrual health

Tulodo is pleased to announce our appointment by UNICEF Indonesia to support their work to prevent child marriage and improve menstrual health. Indonesia has the world’s fourth largest child population, which means we have the potential to impact more than 80 million children. Continue reading Tulodo appointed by UNICEF Indonesia to help prevent child marriage and improve menstrual health

Cerita pop-up shop dari kelompok perempuan di Pacitan

Uji coba promosi dilakukan oleh kelompok perempuan Desa Ketro (Mocaf Bogati) dan Desa Tahunan (Sumber Waras), Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Salah satu dari uji coba produk yang dilakukan oleh kelompok perempuan tersebut adalah membuka pop-up shop di acara Car Free Day (CFD) yang diadakan di alun-alun kota Pacitan. Pengalaman ini tidak hanya dalam rangka memperkenalkan produk Mocaf Bogati Continue reading Cerita pop-up shop dari kelompok perempuan di Pacitan

Sex education, the fun way

The “International technical guide on sexuality education”, published by the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization a decade ago, states that equipping children and young people with sexuality education will help them learn about sexual abuse and exploitation. This would help prevention and recognize abuse and exploitation when they occur, as well as address them through access to sources of support. Research by Tulodo that involved 409 households Continue reading Sex education, the fun way

‘Mom Shaming’ – Istilah baru untuk perilaku yang sudah menjadi ‘kebiasaan’?

Pernah mendengar kalimat seperti ini : “Anak kok dikasih susu formula, bukan asi?”, “Belum jadi perempuan kalau belum lahiran normal?”, “Anaknya kurus banget”, “Gendong bayi bukan begitu caranya”. Bagi anda yang saat ini berstatus sebagai ibu, bisa jadi familiar dengan komentar seperti itu.  Beragam komentar yang terdengar seperti nasehat Continue reading ‘Mom Shaming’ – Istilah baru untuk perilaku yang sudah menjadi ‘kebiasaan’?